January 29, 2022 By helicebikestyle.com 0

ITS Harap Kandungan Lithium di Lumpur Sidoarjo Bisa Ditindak lanjuti

ITS Harap Kandungan Lithium di Lumpur Sidoarjo Bisa Ditindaklanjuti

Penelitian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menemukan takaran lithium dalam Lumpur Sidoarjo. Temuan ini diharapkan mampu ditindaklanjuti.
Penelitian ini dijalankan tim terpadu riset berdiri sendiri (TTRM). ITS mengaku terbuka bersama dengan semua pihak yang menghendaki bekerja mirip untuk mendalami temuan ini.

Pakar Geologi ITS, Dr Amien Widodo menjelaskan lithium punya banyak faedah untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai bahan baku baterai sampai powerbank. Namun, belum dijalankan penelitian lanjutan karena biayanya tidak murah.

“Kalau kami terbuka untuk bekerja mirip bersama dengan semua orang, lebih-lebih industri agar nanti mampu ini jadi suatu yang nyata,” kata Amien di Surabaya, Senin (24/1/2022) Berita dari Berbagai Sumber .

Amien pun meminta tersedia penelitian lanjutan soal temuan ini. Sehingga lumpur yang udah menyembur sepanjang 16 tahun ini mampu dimanfaatkan.

Baca juga:
Lumpur Sidoarjo Disebut Mengandung ‘Harta Karun’, Apa Saja?
“Penelitian, tetap kemudian kami pisahkan dan berasal dari hasil tadi kami jadikan suatu barang, jadi baterai atau apa,” imbuhnya.

Selain itu, Amien menjelaskan pihaknya juga dulu mendapat tawaran penelitian berasal dari luar negeri. Namun, sampai kini belum tersedia tindak lanjut.

“Ada sebagian tim berasal dari luar, berasal dari swasta, tersedia yang berasal dari luar negeri yang sempat mengajak penelitian bareng tetapi ya belum sampai dilakukan. Kita masih sedikit lah istilahnya. Kita membuktikan wah ini lithiumnya besar. Maksudnya mampu prospek terkecuali dieksplor,” tambahnya.

Amien menjelaskan penelitian ini udah berlangsung sejak lama. Dia menyebut pada tahun lalu, pihaknya udah menyebabkan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk memaparkan hasil penelitiannya.

“Sebenarnya ini sudah, kami udah mempresentasikan ini berulang-ulang malah. jadi Badan Geologi, kami udah undang ke ITS April 2021. mereka udah memaparkan hasilnya dan kami memaparkan hasil kita,” kata Amien.

Baca juga:
Lumpur Sidoarjo Mengandung ‘Harta Karun’ Lithium, Apa Manfaatnya?
Namun, Amien menjelaskan penelitian yang dijalankan Badan Geologi dan ITS berbeda. Jika Badan Geologi menemukan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ). pihaknya lebih ke lithium.

“Badan Geologi meneliti istilahnya logam tanah jarang tadi, logam langka. kami menganalisis yang satunya. kami hanya menganalisis lithium lah istilahnya,” malah Amien.

Kendati demikian, Amien menjelaskan penelitian ini masih awal. Dia menyebut belum dijalankan penelitian lanjutan soal takaran lithium di lumpur Sidoarjo.

Amien memberi tambahan penelitian ini memakan biaya yang tidak sedikit.

“Kalau ITS kan istilahnya hanya penelitian awal saja. kami hanya eksperimen sebagian titik saja sambil untuk memandang hasilnya. nah itu belum mampu kita, sampai jadi belum, kami hanya memandang takaran lithium berasal dari lumpur,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM menemukan fakta baru. Di dalam lumpur tersebut, ditemukan takaran rare earth element atau logam tanah jarang (LTJ).

Kandungan ini mampu dimanfaatkan untuk sejumlah industri. Mulai industri telekomunikasi, industri komputer, bahan pembuatan baterai kendaraan listrik dan nuklir