September 29, 2021 By helicebikestyle.com 0

Kewajiban Direksi Perseroan Terbatas Indonesia (PT)

Sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 ( Undang-Undang Republik Indonesia nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ), “Perseroan Terbatas” adalah suatu badan hukum yang merupakan gabungan modal yang didirikan berdasarkan kesepakatan untuk akad untuk melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi atas saham.
“Perseroan Terbatas” (PT-Perseroan Terbatas) merupakan 3 (tiga) “Organ Perseroan” yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi dan Dewan Komisaris. Semua organ perusahaan harus bekerja dengan baik untuk mencapai maksud dan tujuan perusahaan. Di bawah ini kami akan membahas secara singkat Pengertian, Kewajiban dan Kewajiban Direksi.

Direksi adalah organ Perseroan yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk mengurus kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Selanjutnya kewenangan mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan dan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan. Direksi Perseroan Terbatas Indonesia harus terdiri dari paling sedikit 1 (satu) orang anggota kecuali Perseroan yang bergerak di bidang penghimpunan dana masyarakat dan penerbitan surat utang yang beranggotakan paling sedikit 2 (dua) orang anggota Direksi. Anggota Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk jangka waktu tertentu dan dapat diangkat kembali, diganti atau diberhentikan dengan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas. Jika anda ingin membangun sebuah PT untuk perusahaan anda, bisa langsung cek di Jasa Pendirian PT Bandung.

Kewajiban dan tanggung jawab Direksi:

  1. Direksi bertanggung jawab mengurus kepentingan Perseroan untuk mencapai maksud dan tujuannya.
  2. Penetapan dan pemeliharaan daftar pemegang saham, daftar khusus, risalah RUPS dan risalah rapat Direksi.
  3. Penyusunan dan penyampaian laporan tahunan kepada RUPS yang terdiri dari:
    • laporan keuangan (neraca saat ini, laporan laba rugi, arus kas, perubahan ekuitas, dll.)
    • rincian kegiatan Perusahaan.
    • pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan;
    • rincian masalah yang terjadi selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan Perusahaan;
    • tugas pengawasan yang telah dilakukan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku sebelumnya;
    • gaji dan kompensasi anggota Direksi, dan gaji atau honorarium dan kompensasi bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun sebelumnya.
  4. Direksi wajib meminta persetujuan RUPS untuk mengalihkan atau mengamankan kekayaan Perseroan yang jumlahnya lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik terpisah maupun antar -terkait.
  5. Direksi dapat secara tertulis memberikan kuasa kepada 1 (satu) orang pegawai Perseroan atau lebih atau kepada orang lain untuk dan atas nama Perseroan melakukan perbuatan hukum tertentu sebagaimana diuraikan dalam Surat Kuasa. .

Kewajiban Direksi:

Direksi bertugas mengelola perusahaan dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab. Direksi bertanggung jawab secara penuh dan pribadi atas kerugian Perseroan apabila hal tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaiannya dalam menjalankan tugasnya. Dalam hal Direksi terdiri lebih dari 1 (satu) orang anggota, maka tanggung jawab secara tanggung renteng berlaku bagi setiap anggota Direksi. Sebaliknya Direksi tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul:

  1. bukan akibat kesalahan atau kelalaian Direksi;
  2. jika Direksi telah menjalankan pengurusan Perseroan dengan itikad baik dan kehati-hatian serta untuk maksud dan tujuan Perseroan;
  3. apabila tidak terdapat benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas pengurusan yang mengakibatkan kerugian; dan
  4. apabila Direksi telah melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari kerugian tersebut.