October 1, 2021 By helicebikestyle.com 0

Apa yang akan terjadi jika seseorang mencoba untuk Memasukkan perusahaan di Indonesia tanpa Pemegang Saham?

Pemegang Saham wajib memiliki minimal dua pemegang saham; namun jika PMA tersebut dimiliki sepenuhnya oleh orang asing, maka pemiliknya harus menjual paling sedikit 5% sahamnya kepada warga negara Indonesia atau badan hukum yang berkedudukan di Indonesia. Perusahaan publik sejauh ini memiliki persyaratan paling ketat terkait pemegang saham di antara semua perusahaan yang berbasis di Indonesia; mereka harus memiliki minimal 300 pemegang saham.

Jenis Perusahaan di Indonesia Yang Membutuhkan Pemegang Saham

Jumlah pemegang saham yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan di Indonesia tergantung pada jenis badan usaha dari perusahaan yang bersangkutan. Salah satu badan usaha di Indonesia yang membutuhkan pemegang saham adalah perusahaan milik asing (PT PMA). Setiap PT PMA yang berkedudukan di Indonesia minimal harus memiliki dua pemegang saham. Pemegang saham PT PMA dapat berupa orang perseorangan, badan hukum, atau gabungan keduanya. Perorangan yang memiliki saham PT PMA dapat berupa penduduk lokal Indonesia atau orang asing. Sebuah perseroan terbatas (PT) milik daerah juga wajib memiliki pemegang saham. Setiap Buat PT yang didirikan di Indonesia wajib memiliki paling sedikit dua orang pemegang saham Indonesia. Sebuah perseroan terbatas milik asing (PMA)wajib memiliki minimal dua pemegang saham; namun jika PMA tersebut dimiliki sepenuhnya oleh orang asing, maka pemiliknya harus menjual paling sedikit 5% sahamnya kepada warga negara Indonesia atau badan hukum yang berkedudukan di Indonesia. Perusahaan publik sejauh ini memiliki persyaratan paling ketat terkait pemegang saham di antara semua perusahaan yang berbasis di Indonesia; mereka harus memiliki minimal 300 pemegang saham.

Jenis Perusahaan di Indonesia Yang Tidak Memerlukan Pemegang Saham

Tidak setiap badan usaha yang ada di Indonesia wajib memiliki jumlah pemegang saham tertentu. Badan usaha tersebut termasuk kepemilikan tunggal (UD) serta kemitraan sipil yang dapat dibagi menjadi perusahaan dan kemitraan terbatas (CV). UD diatur sedemikian rupa sehingga pemiliknya akan memiliki akses untuk mengontrol penuh perusahaan. Oleh karena itu, mereka dibentuk untuk secara khusus mencegah pemegang saham mengendalikan sebagian kepemilikan perusahaan; dengan demikian, UD tidak memerlukan pemegang saham. Persekutuan sipil juga memiliki karakteristik yang memungkinkan mereka untuk beroperasi tanpa pemegang saham. Fakta ini berlaku untuk perusahaan dan CV. Perusahaan melibatkan banyak mitra yang masing-masing berperan aktif dalam pengelolaan dan kepemilikan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu memiliki pemegang saham. Mitra yang memiliki CV dibagi menjadi mitra aktif dan pasif. Mitra aktif adalah mereka yang langsung menjalankan CV, sedangkan mitra pasif adalah mereka yang menginvestasikan dana atas nama mitra aktif. Seperti halnya dengan perusahaan, sifat CV berarti bahwa mereka tidak akan memiliki pemegang saham.

Implikasi

Fakta-fakta yang telah disebutkan menjelaskan bahwa jika seseorang mencoba untuk memulai PT PMA, PT, PMA, atau perusahaan publik di Indonesia tanpa memiliki pemegang saham yang menyertainya, maka penggabungan tersebut menjadi tidak sah. Namun, seseorang dapat memulai UD, CV, atau firma di Indonesia tanpa memiliki pemegang saham karena struktur bisnis masing-masing memungkinkan mereka untuk beroperasi penuh tanpa memerlukan pemegang saham.

Mungkin Anda tertarik untuk memulai perusahaan Anda sendiri di Indonesia. Terlepas dari entitas bisnis mana yang Anda pilih atau berapa banyak pemegang saham yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda, kami di Paul Hype Page & Co akan dapat memandu Anda melalui seluruh proses pendirian di Indonesia. Setelah kami membantu Anda mendirikan perusahaan baru Anda di Indonesia, Anda dapat melanjutkan dengan pemilihan pemegang saham yang secara kolektif akan memiliki dan membantu menentukan kebijakan perusahaan baru Anda, jika badan usaha yang Anda pilih memerlukannya.